Senin, 13 Februari 2017 - 15:00:00 WITA
Buah Tongke, Tanaman Mangrove yang berpotensi sebagai Sumber Pangan Alternatif Masyarakat Pulau Nuse
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Konservasi - Dibaca: 330 kali

Kupang (9/2/2017)_B. gymnorrhiza atau masyarakat lokal menyebutnya buah tongke, merupakan jenis tanaman mangrove yang dominan di Pulau Nuse, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis tanaman ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bahan pangan alternatif.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Hidayatullah, Peneliti Balai Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kupang sekaligus ketua tim penelitian setelah melakukan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) di Pulau Nuse, Kab. Rote Ndao, NTT.

"B. gymnorrhiza merupakan jenis mangrove yang dominan di Pulau Nuse. Volume pohonnya berkisar antara 6,188 - 40,88 m3/ha, serta indeks keragaman rendah. Jenis mangrove tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pangan maupun obat," kata Hidayatullah.

Lebih lanjut, Hidayatullah menyatakan bahwa saat ini informasi pemanfaatan buah tongke sebagai bahan substitusi pangan masih minim. Hal inilah yang mendorong tim peneliti BP2LHK Kupang untuk mengkaji pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan alternatif.

"Mereka mengkonsumsi buah tersebut dengan pengolahan yang masih tradisional. Pertama, buah tongke dikupas untuk memisahkan kulit dan daging buah. Selanjutnya, daging buah diiris tipis memanjang dan direbus setidaknya dua atau tiga kali rebusan. Air hasil rebusan ditambahkan santan dan gula merah. Hasilnya disajikan dalam bentuk kolak yang disebut jajan tongke,"papar Hidayatullah.

"Menu tersebut menjadi bahan pangan dikala masyakat kekurangan beras,"tambahnya.

Di pihak lain, S. Agung. Rahardjo, Peneliti BP2LHK Kupang sekaligus anggota tim peneliti menyatakan bahwa selain sebagai bahan pangan alternatif, tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

"Pengolahan buah tongke sebagai pakan ternak memiliki kemiripan dengan pengolahan buah tongke sebagai bahan pangan. Perbedaannya terletak pada rangkaian proses pengolahannya,"kata Agung.

"Pengolahan buah tongke sebagai pakan ternak terhenti pada proses perebusan,"tambahnya.

Berdasarkan hasil wawancara dan FGD, tim peneliti BP2LHK Kupang menyimpulkan bahwa pemanfaatan mangrove jenis B. gymnorrhiza (L) Lamk sebagai bahan pangan alternatif di Pulau Nuse masih terbatas dari segi tehnik pengolahan pangannya.

Tim peneliti BP2LHK menyarankan agar instansi terkait perlu memberikan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat di Pulau Nuse untuk lebih meningkatkan nilai ekonomis buah tongke. ***pinusa