Jumat, 28 Oktober 2016 - 09:53:14 WITA
Teliti Potensi kayu bakar, Ermi raih Doktor
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 512 kali

Pemenuhan kebutuhan kayu bakar memerlukan upaya penanaman di lahan-lahan kritis, kurang atau tidak produktif, untuk menekan laju perluasan lahan kritis setiap tahunnya ujar Ermi dalam Ujian Terbuka Program Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Selasa 25 Oktober 2016 di Aula Fakultas Kehutanan UGM.

Lebih lanjut Ermi Erene Koeslulat yang juga merupakan Peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan kehutanan Kupang (BPPLHK Kupang) menambahkan bahwa penanaman merupakan upaya penyediaan pasokan energi bagi masyarakat yang semakin meningkat sebagaimana dilansir dalam www.ugm.ac.id.

Menurut Ermi Erene, salah satu kriteria penting dalam pembangunan hutan untuk tujuan energi adalah terkait penentuan jenis pohon yang akan dikembangkan. Artinya, kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis tanaman dalam pembangunan hutan adalah  pohon dengan kadar air biomasa rendah, produksi biomasa kering maksimum, pertumbuhan volume yang tinggi dan berat jenis yang tinggi menjadi kriteria yang perlu dipertimbangkan.

Kriteria lain yang perlu diperhatikan adalah  kandungan panas (nilai kalor) dan sifat pembakaran, seperti kemudahan pembakaran, residu dan lamanya kayu bakar habis terbakar menjadi kriteria penting untuk menentukan jenis pohon yang terbaik. Nantinya, pemilihan jenis-jenis terbaik dapat dilakukan melalui perbandingan kriteria-kriteria tersebut dengan melakukan penilaian terhadap tingkat kepentingan kriteria-kriteria tersebut.

Metode yang digunakan oleh ermi dalam penelitian tersebut adalah  analisis hierarki berjenjang, analytical Hierarchy Process. Dimana salah tujuan dari penelitian dalam disertasi ini adalah menemukan jenis pohon dari kelas diameter terbaik berdasarkan karakteristik energinya, serta menjelaskan hubungannya berdasarkan sifat fisika kimia. Hal tersebut dikemukakan Ermi saat mempertahankan disertasi dengan judul "Karakteristik Energi Delapan Jenis Pohon Dari Kabupaten Kupang, Sebagai Dasar Perencanaan Pengelolaan Energi Biomasa".

“Potensi kayu bakar di Kabupaten Kupang sebesar 38.059.350 kg/th atau 38 ribu ton/th, sedangkan konsumsi kayu bakar oleh rumah tangga di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang maupun industri di Kabupaten Kupang mencapai 148,65 juta ton sehingga terjadi defisit kayu bakar sebesar 148,41 juta ton. Sementara berdasarkan perbandingan kriteria, yaitu pertumbuhan diameter pohon, produktivitas biomasa, indeks kayu bakar (FVI), kadar zat terbang dan karbon terikat diperoleh kayu bakar yang berkualitas adalah nilotika” tambah Ermi.

Menutup presentasinya, ermi menyarankan agara pemanfaatan  Nilotika perlu ditingkatkan, mengingat potensinya cukup besar di Kabupaten Kupang. Prioritas tanaman lain yang perlu dikembangkan berturut-turut adalah Kasuarina, Turi, Takah, Lamtoro, Kesambi, Gmelia dan Kayu Merah. [an]

 

Disarikan dari www.ugm.ac.id