Senin, 22 Agustus 2016 - 12:43:49 WITA
Dokter Hewan Universitas Nusa Cendana Periksa kesehatan Kura-Kura Leher Ular Rote BPPLHK Kupang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Konservasi - Dibaca: 1005 kali

[Kupang, 31/05-2016] Kondisi tukik kura-kura yang lemah dan kurang pergerakan tidak selalu karena masalah makanan, namun bisa juga karena infeksi. Hal ini disampaikan drh. ketika melakukan pemeriksaan terhadap tukik Kura – kura leher ular rote di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (BPPLHK Kupang) bersama timnya yang berjumlah 5 orang, kamis 26 Mei 2016.  Lebih lanjut drh. Cons menambahkan untuk mengatasi kondisi ini, tukik perlu diberi suntukan antibiotik untuk mengobati infeksi yang terjadi. Langkah selanjutnya adalah  dilakukan observasi terhadap tukik selama 3 hari.

Sebelum melakukan tindakan berupa penyuntikan terhadap 3 Kura – kura leher ular rote, drh. Cons dan timnya melakukan observasi terhadap pergerakan tukik yang ada di aquarium dan menimbang berat masing – masing tukik.

Berkatian dengan pemeriksaan tukik Kura – kura leher ular, Grace S Saragih, Peneliti BPPLHK Kupang menyatakan bahwa permasalahan utama penangkaran Kura – kura leher ular adalah tingginya angka kematian tukik .  “Beberapa tukik mengalami sakit yang ditandai dengan sedikit pergerakan, lemas, dan makin lama karapas tukik makin melunak” tambah Grace.  Tukik yang mengalami kondisi ini biasanya juga mengalami keterlambatan pertumbuhan.  Tubuh tukik yang sakit relatif lebih kecil daripada tukik yang sehat.

Lebih lanjut Grace menyatakan jika kondisi ini terus berlangsung maka tukik akan mati.  Hal ini berdasarkan pengalaman dari kejadian kematian tukik pada saat penangkaran.  Sebagai gambaran, pada periode penetesan tahun 2015, jumlah telur yang menetas berjumlah 34 telur. Telur –telur tersebut menetas di Bulan Oktober, November dan Desember.  Dalam perjalanan kehidupan tukik, jumlah tukik yang hidup hingga kini hanya mencapai 14 ekor.

“Harapannya pemerikasaan oleh dokter hewan dapat memberikan solusi dari tingginya angka kematian tukik Kura – kura leher ular” imbuh Grace. 

Sebagaimana diketahui, kura – kura leher ular rote merupakan satwa langka endemik Pulau Rote Propinsi NusaTenggara Timur.  Keberadaan Kura – kura leher ular rote di alam diduga sudah punah.  Permasalahan Kura – kura leher ular rote tidak hanya tingginya angka kematian tukik diproses penangkaran  namun juga adanya perburuan di alam untuk diperdagangkan. [an]