Senin, 04 April 2016 - 13:33:41 WITA
Teknologi Sederhana Untuk Tingkatkan Daya Tetas Tukik Kura-Kura Leher Ular Rote
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Konservasi - Dibaca: 612 kali

(Kupang, 4/ 4/ 2016)_Daya tetas telur kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) di Stasiun Oilsonbai mengalami peningkatan signifikan selama kurun waktu 4 tahun. Pada 2012 dan 2013 daya tetas telur Kura–kura leher ular rote 0%, namun kondisi ini berubah pada tahun 2014. Pada tahun 2014, daya tetas telur kura–kura leher ular rote berkisar 12,5-50%. Kondisi ini terus berlanjut di tahun 2015 dengan adanya peningkatan daya tetas mencapai 66,7-100% dari jumlah telur yang ada. Hal ini sebagaimana diungkapkan peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (BP2LHK Kupang), Grace S. Saragih. Lebih lanjut, Grace juga menambahkan bahwa BP2LHK Kupang sudah menangkarkan dan meneliti kura–kura leher ular rote sejak tahun 2009.

“Keberhasilan peningkatan daya tetas telur kura–kura leher ular disebabkan adanya input teknologi terhadap proses penetasan. Penggunaan inkubator yang berfungsi untuk menjaga konsistensi suhu dan kelembaban menjadi faktor utama keberhasilan penetasan kura–kura leher ular rote,” tambah Grace.

Keberhasilan peningkatan daya tetas telur kura–kura leher ular rote juga dibarengi dengan penurunan lama inkubasi. Masa inkubasi atau lama penetasan telur pada tahun 2014 mencapai 102 hari sedangkan lama penetasan tahun 2015 hanya 76-82 hari, lebih cepat 26 -20 hari dari tahun sebelumnya.

Keberhasilan peningkatan daya tetas kura–kura leher ular rote merupakan capaian yang sangat berguna bagi keberlangsungan satwa ini. Hal ini dikarenakan kura – Kura leher ular merupakan jenis satwa yang diperkirakan sudah punah di alam. Hal ini diindikasikan dari sulitnya menjumpai satwa ini di habitat alaminya.

Kura – kura leher ular rote merupakan satwa endemik Nusa Tenggara Timur. Satwa ini berasal dari Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao. Dahulu Kura – kura leher ular rote dapat dijumpai di beberapa danau air tawar di Pulau Rote, namun sejak mulai diperdagangkan pada tahun 1970-an, populasinya menurun drastis. [an]